Responsive Ads Here

Friday, October 8, 2021

Wahyu Yang Turun Saat Nuzulul Quran



Surat al Alaq 1-5 adalah wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad SAW. Surah ini adalah surat yang ke-96 dan terdiri atas 19 ayat. Surat al Alaq tergolong dalam kelompok surah Makkiyah atau ayat-ayat al-Qur'an yang turun sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

Ayat 1 hingga 5 dalam surah al-Alaq merupakan ayat-ayat Al-Quran yang pertama turun. Waktu pewahyuan ayat 1-5 surat al-Alaq terjadi saat Nabi Muhammad saw berdiam diri di Gua Hira.

Selama ini terdapat tiga pendapat mengenai cara diturunkannya Al-Qur'an. Menurut keterangan di artikel "Penjelasan Seputar Nuzulul Qur'an" yang disiar NU Online, pendapat pertama menyebut bahwa Al-Qur'an diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (langit dunia), dan hal ini terjadi pada Lailatul Qadar. Lalu, ayat demi ayat diturunkan secara bertahap ke bumi. Turunnya Al-Qur'an pertama kali ke bumi ini disebut Nuzulul Quran.

ads

Sedangkan pendapat kedua menyatakan Al-Qur'an diturunkan ke langit dunia selama 20 malam pada saat Lailatul Qadar dalam 20 tahun. Lailatul Qadar hanya muncul sekali dalam setahun, yakni pada bulan Ramadhan. Lalu, ayat-ayat Al-Qur'an dibacakan kepada Rasulullah SAW sesuai dengan keperluan.

Sementara menurut pendapat ketiga, Al-Quran turun pertama kali pada saat malam Lailatul Qadar. Lalu, Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad secara bertahap dalam waktu yang berbeza-beza.

Dari ketiga pendapat itu, yang paling banyak dianut adalah teori yang pertama. Surat al-Alaq ayat 1-5 turun pada malam Lailatul Qadar. Suatu malam yang oleh Al-Quran disebut "lebih baik dari seribu bulan." Pendapat mengenai turunnya pewahyuan, yang terjadi di malam Lailatul Qadar, didasarkan pada penjelasan Al-Qur`an di surat Al-Qadr ayat 1, surat Ad-Dukhan ayat 3-4 dan surat Al-Baqarah ayat 185.

Meskipun masih ada perbezaan pendapat, banyak ulama berpandangan bahwa peristiwa turunnya Al-Qur`an turun (Nuzulul Quran) itu terjadi saat Lailatul Qadar yang datang pada malam 17 Ramadhan.

ads

Para mufassir menginterpretasikan bahwa hari "furqaan" atau "hari bertemunya dua pasukan" di ayat itu merujuk pada peristiwa pertempuran perang Badar yang berlangsung pada 17 Ramadan.

Dalam "Sejarah Nabi Muhammad (2): Wahyu Pertama yang Menggetarkan", disebutkan pada suatu malam bulan ramadan tahun 610 Masehi bertempat di Gua Hira, beliau didatangi malaikat dan berkata, "Bacalah!".

Beliau kemudian menjawab, "Aku tidak bisa membaca". Lalu, malaikat tersebut menariknya dan memeluk erat-erat hingga membuatnya merasa kepayahan. Kejadian ini terulang sebanyak tiga kali dan setelah melepaskan badannya, kemudian sang malaikat yang diketahui sebagai Jibril tersebut mengucapkan surah al-Alaq ayat 1 hingga 5.

Setelah itu, Rasulullah pulang ke rumah isterinya, Khadijah binti Khuwailid. Usai meminta diselimuti oleh sang isteri, kemudian beliau menceritakan yang telah terjadi sebelumnya di Gua Hira.

ads

Khadijah kemudian mengatakan, "Demi Allah, Allah selamanya tidak akan menghinakan engkau. Sesungguhnya engkaulah orang yang selalu menyambung tali persaudaraan, selalu menanggung orang yang kesusahan, selalu mengusahakan apa yang diperlukan, selalu menghormati tamu dan membantu derita orang yang membela kebenaran."


Bacaan Surah al-Alaq 1-5 Arab dan Rumi


ٱقْرَأْ بِٱسْمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ
iqra` bismi rabbikallażī khalaq

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِنْ عَلَقٍ
khalaqal-insāna min 'alaq

ٱقْرَأْ وَرَبُّكَ ٱلْأَكْرَمُ
iqra` wa rabbukal-akram

ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ
allażī 'allama bil-qalam

عَلَّمَ ٱلْإِنسَٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
'allamal-insāna mā lam ya'lam


Terjemahan Surah al-Alaq 1-5

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,

Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,

Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam,

Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.


Video Bacaan Surah al-Alaq 1-5


No comments:

Post a Comment